Indikator
  • Undercontruction

Didzolimi, Guru Wali Kelas SMKN 2 Batam Gruduk ke Ruangan Kepsek

Home / Peristiwa - Daerah / Didzolimi, Guru Wali Kelas SMKN 2 Batam Gruduk ke Ruangan Kepsek
Didzolimi, Guru Wali Kelas SMKN 2 Batam Gruduk ke Ruangan Kepsek Kepala Sekolah SMKN 2 Batam, Nursya'bani saat plesiran ke Lombok, NTB yang diupload di Facebook (FOTO: Istimewa)

TIMESRIAU, BATAM – Belasan guru Wali Kelas SMKN 2 Batam, Kepulauan Riau mendatangi Kepala Sekolah (Kepsek) di ruangannya, untuk mendesak pembayaran dana tunjangan jabatan selama sebulan senilai Rp 300 ribu per orang.

Aski para guru-guru Wali Kelas tersebut lantaran merasa didzolimi oleh pihak sekolah. Mereka (baca: guru) dinilai tidak bekerja, karena tidak dapat mengumpulkan 75 persen uang sumbangan dari orang tua wali murid per orang Rp175.000 dari jumlah siswa yang ada di masing-masing  kelas.  

Salah seorang guru Wali Kelas meminta namanya tidak dipublikasikan mengatakan, pihak sekolah seakan tak mau tahu tentang kendala di lapangan saat melakukan pengumpulan dana sumbangan dari masing-masing orang tua wali murid. Bahkan Nursya'bani selaku Kepala Sekolah tetap tidak terima alasan tersebut.  

"Semua data sudah kami tunjukkan. Kendalanya juga sudah kita sampaikan. Tapi Dia (Nursya'bani) tetap tak mau. Dia mau seperti atauran yang dibuatnya yakni harus mendapatkan sumbangan dari orang tua wali murid capai 75 persen," ungkap sumber tadi, Rabu (16/5/2018).

Menurut sumber tadi, pihak Wali Kelas tidak sampai mengumpulkan dana sumbangan mencapai 75 persen, dikarenakan sudah ada bendahara sekolah. Dan seharusnya, hal itu merupakan tugas seorang bendahara. Bukan dibebankan kepada guru Wali Kelas. 

Parahnya lagi, lanjut sumber tadi, tunjangan jabatan seperti Wakil Kepala Sekolah dan lainnya, sudah dibayarkan. Sementara tunjangan Wali Kelas tidak dibayarkan. 

"Harusnya pembayaran dilakukan secara fair. Jangan ada yang dibayar, ada yang tidak dibayar. Dan tindakan kawan-kawan guru Wali Kelas ini, karena sudah tidak sabar lagi dengan tindakan sang Kepala Sekolah selama ini. Maka inilah puncak kemarahan kawan-kawan. Bahkan ke depan, akan terus dipermasalahkan apabila kebijakan Kepala Sekolah dinilai menyimpang," beber sumber tersebut.

Sumber lainnya menyebutkan, Kegaduhan itu timbul dikarenakan Kepala Sekolah baru saja plesiran ke Lombok, NTB. Namun anehnya, yang bersangkutan tak mampu menyelesaikan tunjangan jabatan para guru Wali Kelas per orang Rp 300 ribu, yang seharusnya dibayarkan pada tanggal 15 Mei 2018 kemarin. 

"Dia (Kepsek) baru pulang dari Lombok. Selfi-selfi di sana. Tapi yang menjadi hak kami, tidak dibayarkan," tandas sumber tadi. 

Selain itu, sumber ini juga menyebutkan  tidak ada transparasi soal laporan keuangan selama SMKN 2 Batam dipimpin oleh Nursya'bani. Bahkan sang Kepsek dinilai bekerja bukan berdasarkan prestasi guru, namun berdasarkan siapa yang dekat dengannya. 

"Bagaimana kualitas sekolah menjadi baik, kalau seorang Kepsek terus menyimpan rasa sentimen kepada guru-guru," bebernya. 

Terkait hal ini, Kasi PTK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Said M Idris mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi, baik dari pihak Guru Wali Kelas maupun dari Kepala Sekolahnya.  

"Saya baru tahu dari media massa. Dan persoalan ini saya harus laporkan dulu ke Pak Kadis," ujar Said. 

Sementara Kepala Sekolah SMKN 2 Batam, Nursya'bani  tidak mengangkat handphone-nya, meskipun nada sambungnya terdengar aktif. Begitu juga saat BatamTIMES.com (TIMES-Indonesia Network) mengirim konfirmasi melalui Whatshap, juga tidak ditanggapi meskipun pengiriman tanda conteng dua.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com